MAUMERE – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Campus Ministry (CM) Institusi Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero kembali menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian alam melalui aksi nyata pembersihan lingkungan di sekitaran kota Maumere, Rabu (20/5/2026).
Sebanyak puluhan mahasiswa turun langsung membersihkan tumpukan sampah plastik di tiga titik strategis yakni; sepanjang jalur utama Woloara, tepian kali di Belson, dan kawasan Wairklau. Aksi ini tidak hanya sekadar kerja bakti, tetapi bagian dari wujud konkret tanggung jawab sosial kampus terhadap krisis pencemaran lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 Wita hingga matahari terbenam ini awalnya digagas oleh Campus Ministry sebagai bentuk aksi nyata pasca-rekoleksi Paskah. Efrem Segha, Ketua CM IFTK Ledalero, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam akan maraknya sampah berserakan yang berpotensi mencemari ekosistem setempat.
"Sebagai orang yang pernah tumbuh besar dalam komunitas peduli lingkungan, saya merasa terganggu terhadap pemandangan sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan. Melalui aksi nyata ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mengeluh, tetapi bertindak langsung menertibkan sampah tersebut," ujar Efrem.
Efrem yang pernah menjabat sebagai Ketua Koalisi Kopi (kelompok orang muda untuk perubahan iklim) menekankan bahwa menjaga kebersihan bukanlah pilihan, melainkan panggilan moral. Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjadikan lingkungan bersih sebagai prioritas bersama.
"Penegakkan aturan dan kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan. Bumi adalah rumah kita; jika kita mencintainya, kita juga mesti menjaganya dengan sepenuh hati," tambahnya.
Antusiasme para mahasiswa terlihat jelas saat mereka terjun ke medan yang cukup berat. Tanpa ragu, para mahasiswa memungut sampah di tengah aliran sungai yang keruh dan berlumpur, meskipun tanpa alat pelindung lengkap seperti masker atau sarung tangan. Totalitas mereka dilandasi semangat pengabdian yang tinggi.
Vani dan Elin, dua mahasiswa yang aktif di dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan kebahagiaan luar biasa atas partisipasi mereka. "Meskipun kondisinya sulit dan baunya kurang enak, kami merasa bahagia bisa berkontribusi. Kegiatan ini mengingatkan kami bahwa sampah yang tak tertangani berpotensi merusak ekosistem," kata Vani sambil sesekali mengangkat sampah plastik.
Stefanus Suriadi Jadur, mantan Ketua BEM IFTK Ledalero periode 2025–2026, yang ikut mendampingi menyebut bahwa aksi ini adalah warisan berharga yang harus dilestarikan. Senada dengannya, Louis Diego Liko, Ketua BEM yang baru, menegaskan bahwa isu lingkungan harus menyentuh ranah pola pikir generasi muda.
"Kebersihan bukan cuma soal momen, tetapi harus menjadi sebuah budaya. Kami berkomitmen untuk mempertahankan tradisi aksi lingkungan ini agar rasa kepekaan terhadap alam semakin mengakar dalam kesadaran pola pikir kita semua," tegas Louis.
Di sisi lain, Suster Thomasin, SSPS, yang turut memantau jalannya kegiatan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang hadir. Menurutnya, mentalitas ‘tidak gengsi’ untuk membersihkan lingkungan adalah sesuatu yang wajib diteladani.
"Sikap rendah hati dan kerja keras mahasiswa sangat membanggakan. Semoga kalian bisa menjadi teladan nyata bagi masyarakat sekitar tentang arti penting bekerja sama menjaga bumi ini," ungkap Suster Thomasin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada RT dan masyarakat setempat yang sempat hadir. Kehadiran mereka dianggap sebagai langkah awal yang baik terciptanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan makan bersama di Kantin Kampus II IFTK Ledalero. Dalam suasana santai, Efrem Segha menutup kegiatan itu dengan pesan yang penuh reflektif.
"Hari ini membuktikan bahwa kita bukan hanya pintar di kelas dan rajin berdoa, tetapi juga punya hati yang peka. Terima kasih sudah totalitas membuktikan cinta kita terhadap lingkungan. Ini merupakan panggilan jiwa seorang mahasiswa yang sesungguhnya," tutupnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM dan CM IFTK Ledalero berharap mampu melahirkan gelombang kesadaran ekologis yang meluas ke seluruh lapisan masyarakat Maumere.
Penulis: Tim Pemberitaan BEM IFTK Ledalero


BAGIKAN
PROGRAM STUDI SARJANA FILSAFAT PROGRAM STUDI SARJANA PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK PROGRAM STUDI SARJ0
Penerimaan mahasiswa baru IFTK Ledalero tahun akademik 2025/2026 Prodi Ilmu Filsafat (S1) Prodi Pend0
Pendaftaran Online Program Studi Sarjana Filsafat, PKK, DKV, Kewirausahaan, Sistem Informasi & Magis0
© Copyright 2026 by Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero - Design By Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

