Tiga Hari yang Mengukir Kenangan: Kolaborasi Campus Ministry dan Para Suster SSpS di Paroki Vincentius A. Paulo Feondari

img

Jumat, 12 Juni 2026 menjadi awal dari sebuah perjalanan pelayanan yang penuh makna. Rombongan mahasiswa Campus Ministry IFTK Ledalero bersama para Suster SSpS tiba di Paroki Santo Vincentius a Paulo Feondari dengan membawa semangat misioner, kepedulian, dan kasih kepada sesama. Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan sebuah program kerja, melainkan menjadi sebuah perjumpaan iman yang mempererat tali persaudaraan antara kaum muda, para religius, dan umat di wilayah paroki.

Kegiatan ini menjadi semakin bermakna karena merupakan sebuah kolaborasi pelayanan antara mahasiswa Praktik Pastoral Lapangan (PPL), mahasiswa Campus Ministry IFTK Ledalero, serta para Suster SSpS. Kebersamaan ini menjadi cerminan nyata bahwa pelayanan Gereja tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan semangat berjalan bersama, saling mendukung, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah umat.

 

13

Selama tiga hari pelayanan, berbagai kegiatan dijalankan dengan penuh antusias. Salah satu fokus utama adalah penyuluhan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilaksanakan di Stasi Parabubu dan Stasi Nabe. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin sadar dan waspada terhadap berbagai modus perdagangan manusia yang masih mengancam, terutama bagi kaum muda yang sering menjadi sasaran karena berbagai faktor sosial dan ekonomi.

Selain pelayanan di tingkat stasi, kegiatan juga dilakukan melalui sosialisasi bersama masyarakat dan pemerintah di Kantor Desa Kowi dan Desa Parabubu, Kecamatan Mego-Kabupaten Sikka, Kolaborasi dengan pemerintah desa menunjukkan bahwa perjuangan melawan TPPO merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara Gereja, lembaga pendidikan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

Sukacita pelayanan semakin terasa melalui kegiatan animasi bersama siswa-siswi sekolah di sekitar Paroki Feondari. Tawa anak-anak, nyanyian, permainan, serta penanaman pohon bersama. Berbagai kegiatan kreatif ini menjadi ruang pembelajaran yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat kedekatan antara mahasiswa, para suster, dan masyarakat.

12

Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ini terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026, ketika mahasiswa Campus Ministry IFTK Ledalero dan para Suster SSpS turut mengambil bagian sebagai anggota koor dalam Perayaan Ekaristi. Melalui lantunan lagu-lagu pujian yang mereka persembahkan, tersirat rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan untuk hadir, melayani, dan mengalami kehidupan bersama umat Paroki Feondari.

Perayaan Ekaristi yang penuh sukacita tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Feondari, P. Ferdinandus Wale Wele, CJD, dan didampingi oleh dua dosen IFTK Ledalero yang juga menjadi pendamping dalam karya pelayanan ini, yakni P. Ignas Ledot, SVD, selaku moderator Campus Ministry sekaligus bagian dari Tim JPIC dan Truk-F Maumere, serta P. Lorens Woda, SVD. Kehadiran para imam, mahasiswa, para suster, dan seluruh umat dalam satu altar menjadi simbol indah Gereja yang hidup dalam kebersamaan dan semangat misioner.

Yang paling membekas dari seluruh perjalanan singkat ini adalah kehangatan umat di setiap stasi. Rumah-rumah sederhana yang terbuka, sapaan penuh keramahan, doa bersama, serta perhatian kecil yang diberikan umat menjadi pengalaman berharga yang tidak dapat digantikan dengan apa pun. Feondari mungkin berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, tetapi dari kesederhanaan umatnya terpancar kekayaan iman, cinta, dan persaudaraan yang begitu mendalam.

Tiga hari memang merupakan waktu yang singkat, tetapi setiap langkah pelayanan, setiap tawa anak-anak, setiap dialog bersama masyarakat, dan setiap nada pujian dalam Perayaan Ekaristi akan tetap menjadi kenangan yang tersimpan dalam hati semua yang terlibat. Semoga benih kesadaran tentang bahaya TPPO yang telah ditanamkan terus bertumbuh, dan semangat kolaborasi antara mhasiswa Campus Ministry IFTK Ledalero, para Suster SSpS, serta umat Paroki Santo Vincentius A Paulo Feondari terus menjadi tanda Gereja yang hadir, peduli, dan berjalan bersama umat.

Sebab dalam sebuah pelayanan, kita tidak hanya datang untuk membawa sesuatu kepada umat, tetapi juga pulang dengan membawa pelajaran tentang ketulusan, kesederhanaan, dan kasih yang kita terima dari umat itu sendiri.

Eldhos Lerin (Mahasiswa PPL Di Paroki Vincentius A Paulo Feondari)

SHARE THIS