Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menggelar upacara pengukuhan Guru Besar dalam bidang Ilmu Filsafat Politik kepada Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, dalam sebuah seremoni akademik yang berlangsung khidmat di Aula St. Thomas Aquinas, Ledalero, Sabtu (18/4). Acara tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan keilmuan, khususnya dalam ranah filsafat politik di kawasan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.
Upacara pengukuhan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bpk. Emanuel Melkiades Laka Lena, S. Si., Apt, Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Monteiro, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M. Eng, anggota dewan guru besar, Bupati Sikka, Bupati Manggarai Barat, Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, jajaran Senat Akademik IFTK Ledalero, serta banyak tamu penting lainnya. Kehadiran para undangan tersebut mencerminkan dukungan luas terhadap kontribusi akademik dan pemikiran Prof. Otto dalam dunia pendidikan tinggi dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Gambar Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, dalam berpidato.
Dalam pidato pengukuhannya berjudul, “Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia”, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, menunjukkan hubungan antara legitimasi kekuasaan, epistemology demokrasi, dan daya pertimbangan politik warga. Menurutnya, dalam sebuah tatanan demokratis, kekuasaan dipandang legitim bukan saja karena telah melalui prosedur yang sah seperti Pemilihan Umum, tetapi karena secara substantive, keputusan politik tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara public dengan argumentasi yang masuk akal. Selain itu, dalam epistemologi demokrasi, masyarakat secara kolektif mampu mengambil keputusan yang tepat bagi kepentingan umum melalui proses pertukaran gagasan dan diskursus publik. Akan tetapi, proses ini mengandaikan masyarakat yang terlibat memiliki kapasitas pertimbangan politik. Dengan demikian, daya pertimbangan politik warga memfasilitasi diskursus public yang akhirnya memungkinkan terciptanya legitimasi kekuasaan dalam sebuah demokrasi.
Wakil Rektor IFTK Ledalero, Dr. Yosef Keladu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan capaian akademik Prof. Dr. Otto Gusti, yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu filsafat serta penguatan tradisi intelektual di kampus Ledalero. Ia berharap pengukuhan ini menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan pendidikan tinggi di IFTK Ledalero untuk semakin giat bekerja dalam sistem dan semakin peduli dengan berbagai bentuk urusan administratif-teknis yang berguna bagi akreditasi kampus. Hal demikian turut disampaikan oleh Ketua Pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende, Dr. Lukas Jua. Ia menyampaikan apresiasi dan harapannya agar IFTK Ledalero semakin dikenal oleh banyak orang. Selain itu, Dr. Lukas Jua juga mengingatkan segenap civitas akademika IFTK Ledalero untuk meneladani Prof. Dr. Otto Gusti yang tekun mengembangkan ilmunya dan mengabdi kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M. Eng, menyampaikan bahwa hadirnya seorang Profesor dalam sebuah perguruan tinggi akan meningkatkan mutu kelembagaan di tempat ia mengabdi. Oleh karena itu, pengukuhan Prof. Dr. Otto Gusti merupakan pencapaian besar yang patut dirayakan oleh IFTK Ledalero. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bpk. Emanuel Melkiades Laka Lena, S. Si., Apt. Dalam sambutannya, Gubernur NTT ini menyatakan bahwa kehadiran seorang Guru Besar di bidang filsafat politik merupakan aset berharga bagi daerah. Ia sangat mengharapkan pengukuhan guru besar Prof. Dr. Otto Gusti membuka jalan bagi banyak orang di IFTK Ledalero untuk serius memperhatikan gelar akademik. Ia turut menilai pemikiran kritis dan reflektif sangat dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. “Harus ada keseimbangan antara gagasan-gagasan politik dan praktik politik agar keadilan sosial tidak hanya dimuat dalam pidato-pidato tetapi juga diterapkan dalam praktik politik”, tegas Gubernur NTT itu.
Acara pengukuhan ditutup dengan sidang senat terbuka dan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan, sivitas akademika, serta keluarga besar IFTK Ledalero. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan akademik Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung serta memperkuat peran IFTK Ledalero sebagai pusat pengembangan filsafat di Indonesia.
BAGIKAN
PROGRAM STUDI SARJANA FILSAFAT PROGRAM STUDI SARJANA PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK PROGRAM STUDI SARJ0
Penerimaan mahasiswa baru IFTK Ledalero tahun akademik 2025/2026 Prodi Ilmu Filsafat (S1) Prodi Pend0
Pendaftaran Online Program Studi Sarjana Filsafat, PKK, DKV, Kewirausahaan, Sistem Informasi & Magis0
© Copyright 2026 by Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero - Design By Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

