•  Beranda  /
  •  Public  /
  •  IFTK Ledalero Selenggarakan Simposium Internasional: Religion, Media, and Culture in Southeast Asia

IFTK Ledalero Selenggarakan Simposium Internasional: Religion, Media, and Culture in Southeast Asia

img

Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero akan menyelenggarakan International Symposium on Religion, Media, and Culture in Southeast Asia pada 19-21 Februari 2026 di Auditorium Maximum Kampus 2 IFTK Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Bekerjasama dengan Asian Research Center for Religion and Social Communication, St. John University, Thailand, simposium ini mempertemukan para akademisi dan peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia serta dari Filipina, Thailand, dan Australia untuk mendiskusikan dinamika hubungan agama, media, dan budaya dalam konteks perkembangan teknologi digital di Asia Tenggara.

Rektor IFTK Ledalero, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, menegaskan bahwa tema konferensi ini sangat aktual dan relevan dengan konteks masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital. Menurutnya, platform digital dan mekanisme algoritmik tidak hanya mendistribusikan informasi, tetapi juga membentuk otoritas, memproduksi “kebenaran” religius, serta memengaruhi cara masyarakat memahami identitas dan praktik keagamaan.

“Teknologi digital bukan sekadar alat modernisasi, melainkan arena politik dan etika di mana identitas keagamaan, norma moral, dan kewarganegaraan terus dinegosiasikan,” ujarnya. Karena itu, refleksi kritis tentang tata kelola digital perlu mencakup perlindungan kebebasan beragama, pluralisme, dan hak asasi manusia.

Sementara itu, Symposium Convenor, Dr. Wilibaldus Gaut, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi ruang akademik untuk merefleksikan secara mendalam dampak perkembangan media digital terhadap tatanan sosial dan religius masyarakat Asia Tenggara. Diskursus yang terbangun selama simposium diharapkan menjadi kontribusi penting IFTK Ledalero dalam merespons persoalan sosial yang muncul sebagai konsekuensi perubahan budaya dan teknologi.

Simposium ini akan menghadirkan dua keynote lecture internasional:

  • Benjamina Paula G. Flor (Filipina) dengan topik “Embodying the Sacred in the Digital Age: A Communication Approach”
  • Dr. Enqi Weng (Australia) dengan topik “Sticky Media Discourses and ‘Empire Religion’: Contested Settler-Indigenous Relations in Australia”

 

        Selain itu, akan diselenggarakan panel diskusi bertema Social Media, Religious Communication, and Peacebuilding yang menghadirkan Alexander G. Flor (Filipina), Leonard C. Epafras (Indonesia), Anthony Le Duc (Thailand), dan Bastian Limahekin (Indonesia). Panel ini akan mendalami peran media sosial dalam komunikasi keagamaan dan upaya membangun perdamaian di tengah masyarakat yang plural.

       Selama tiga hari, simposium juga akan menampilkan 14 presentasi makalah dari para akademisi yang berasal dari berbagai universitas baik di Indonesia maupun mancanegara. Topik-topik yang dibahas mencakup komodifikasi agama di media sosial, algoritma dan identitas religius, AI dan seni religius, hingga kesadaran ekologis generasi muda dalam terang ensiklik Laudato Si.

      Melalui simposium internasional ini, IFTK Ledalero menegaskan komitmennya sebagai institusi akademik di Indonesia Timur yang aktif terlibat dalam refleksi kritis terhadap transformasi sosial-budaya di era digital, serta mendorong dialog lintas disiplin dan lintas negara mengenai masa depan agama dan masyarakat di Asia Tenggara.

 

Kontak Media:
Panitia International Symposium IFTK Ledalero
Email: conference.iftkledalero.ac.id
WhatsApp: 0822-6601-7526
Website:www.iftkledalero.ac.id

BAGIKAN