•  Beranda  /
  •  Public  /
  •  Campus Ministry IFTK Ledalero Ajak Umat Lebih Waspada terhadap Perdagangan Orang

Campus Ministry IFTK Ledalero Ajak Umat Lebih Waspada terhadap Perdagangan Orang

img

Mahasiswa kelompok awam Campus Ministry Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menggelar kegiatan katekese dengan tema “Bicara TPPO melalui Film dan Diskusi” pada Minggu, 08 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di KBG Bunda Hati Kudus-Belson, Paroki Misir, mulai pukul 19:25 WITA hingga 21:00 WITA dan dipandu oleh Eldhos Lerin (salah satu anggota Campus Ministry).

Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada umat mengenai bahaya perdagangan orang yang masih marak terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sasaran kegiatan ini bukan hanya umat KBG Bunda Hati Kudus Belson, tetapi juga anak-anak kos sebagai kaum muda yang sedang menempuh pendidikan di IFTK Ledalero. Semuanya berjumlah 41 orang dengan perincian; ibu-ibu berjumlah 12 orang, anak kecil berjumlah 2 orang dan anak kos yang juga merupakan mahasiswa IFTK Ledalero berjumlah 27 orang.

Katekese diawali dengan pengantar dan penyampaian tujuan kunjungan oleh Saudara Efrem Segha selaku Ketua Campus Ministry, dan kemudian fasilitator atau pemimpin Katekese menjelaskan tentang metode katekese yang digunakan dalam proses ini yakni metode 3M (Mengamati, Mendengarkan, dan Mencintai).  Melalui metode ini, peserta katekese diajak untuk melihat lebih dekat realitas sosial yang terjadi di masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap korban perdagangan manusia.

Pada sesi pemaparan materi, peserta diajak menonton bersama (nobar) cuplikan film yang mengangkat kisah nyata korban perdagangan orang, salah satunya pengalaman Yufrida Selan, remaja asal So’e yang menjadi korban setelah direkrut untuk bekerja di luar daerah. Antusiasme para peserta sangat terlihat ketika proses diskusi. Lebih lanjut, Saudara Aldo (salah satu anggota kos) turut membagikan pengalamannya ketika bekerja sebagai perawat lansia dan pernah menyaksikan dua perempuan yang mencoba melarikan diri setelah menyadari bahwa mereka adalah korban perdagangan orang. Kisah tersebut memberikan gambaran nyata kepada peserta bahwa praktik perdagangan manusia benar-benar terjadi dan sering kali tidak disadari oleh para korban sejak awal. Selain itu, bapak Fransiskus Bata yang merupakan salah satu peserta katekese membagikan pandangan kritisnya tentang keseriusan pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab untuk menangani kasus-kasus perdagangan orang. Ia juga menambahkan saran dan harapan agar kegiatan-kegiatan seperti ini terus di buat dan diperluas sehingga melibatkan lebih banyak orang untuk tujuan edukasi

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membaca dan mendalami Kitab Suci yang dibacakan oleh Saudari Helda. Perikop bacaan yang diambil dari Injil Lukas, 10:25-37 tentang “Orang Samaria yang Murah Hati”. Melalui refleksi ini, peserta diajak untuk semakin peka terhadap penderitaan sesama serta berani mengambil tindakan nyata dalam membantu mereka yang mengalami ketidakadilan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, para peserta katekese juga bersepakat untuk merencanakan aksi nyata bersama sebagai bentuk kepedulian sosial. Bentuk kegiatan tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut dan diumumkan pada kesempatan berikutnya.

Kegiatan katekese kemudian ditutup dengan doa, foto bersama, dan ramah tamah sederhana sebagai tanda kebersamaan antara mahasiswa Campus Ministry IFTK Ledalero dan umat KBG Bunda Hati Kudus Belson. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama dalam upaya mencegah dan melawan praktik perdagangan orang di wilayah NTT.

Penulis: Helda Petronela Plahi

BAGIKAN