•  Beranda  /
  •  Public  /
  •  BEM IFTK Ledalero Nyatakan Sikap atas Pergolakan Politik di Indonesia Jelang Pemilu 2024

BEM IFTK Ledalero Nyatakan Sikap atas Pergolakan Politik di Indonesia Jelang Pemilu 2024

img

Ketua BEM IFTK Ledalero, Max Gepa (pegang microphone), bersama para mahasiswa IFTK Ledalero membacakan surat pernyataan sikap atas situasi politik di Indonesia menjelang pemilu 2024 (Foto: BEM IFTK Ledalero/ Vicky Anggur).

      Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero membacakan surat pernyataan sikap atas pergolakan politik yang sedang terjadi di Indonesia menjelang pemilihan umum (pemilu) pada 14 Februari 2024 mendatang. Pernyataan itu dideklarasikan secara langsung oleh Ketua BEM IFTK Ledalero, Max Gepa, dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) IFTK Ledalero. Pernyataan sikap itu terjadi pada Sabtu, 3 Februari 2024, setelah dilaksanakannya seminar ilmiah dengan tema "Dinamika Politik dan Kontestasi Pilpres 2024" di Auditorium St. Thomas Aquinas, Kampus 1, IFTK Ledalero.

Mengawal Konstitusi dan Demokrasi

      Dalam pernyataannya, BEM IFTK Ledalero menolak serta mengutuk keras tindakan penguasa yang mencederai konstitusi hanya untuk melanggengkan kekuasaan. BEM IFTK Ledalero juga bertekad untuk melawan setiap perilaku para aktor politik yang tidak beretika dan mengarah pada penghancuran demokrasi. Pada intinya, BEM IFTK Ledalero menyerukan agar kontestasi politik menjelang pemilu 2024 harus dilaksanakan secara jujur dan adil tanpa merusak marwah demokrasi.

         Max Gepa, dalam wawancara singkat bersama redaksi, menuturkan alasan substansial di balik pernyataan sikap BEM IFTK Ledalero. "Hal substansial yang mendorong kami, BEM IFTK Ledalero, mengeluarkan pernyataan sikap ini adalah bagaimana kami mau mengawal demokrasi dan konstitusi agar berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, akhir-akhir ini, kami melihat dan mencermati ada pihak tertentu yang menggunakan kekuasaan hanya untuk kemenangan paslon tertentu. Menurut saya, aksi seperti ini tidak demokratis," tegas mahasiswa yang akrab disapa Max ini.

        Lebih lanjut, Max berharap agar semua warga negara Indonesia, terutama kaum muda, berjuang bersama untuk memastikan bahwa pemilu yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang terlaksana secara langsung, umum, bebas, dan rahasia (LUBER) serta jujur dan adil (JURDIL). Sebab, tambah Max, seorang pemimpin yang demokratis harus mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Sinyo Darling

BAGIKAN