LEDALERO_ Tiga calon rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka untuk periode kepemimpinan 2026-2030. Kegiatan pemaparan ini berlangsung di Auditorium Maximum, Lantai III, Kampus 2 IFTK Ledalero, pada Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Meneguhkan Arah Kepemimpinan dan Strategi Pengembangan IFTK Ledalero Menuju Institusi yang Unggul, Berkarakter, dan Berkelanjutan” tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan St. Paulus Ende, jajaran dosen, tenaga kependidikan, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IFTK Ledalero, serta sejumlah undangan lainnya.
Tiga calon rektor yang bersaing dalam pemilihan kali ini adalah Dr. Bernardus S. Hayong, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, dan Dr. Sefrianus Juhani. Masing-masing calon diberikan waktu tujuh menit untuk mempresentasikan gagasan strategis kepemimpinan mereka.
Dr. Bernardus S. Hayong, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor II IFTK Ledalero masa bakti 2022-2026, hadir dengan moto “Berpikir Kritis, Bertindak Humanis, Berkarya Inovatif Berlandaskan Nilai-nilai VERBUM.”
Sementara itu, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, Rektor petahana periode 2022-2026, mengusung moto “Berakar dalam Iman, Unggul dalam Ilmu, Kreatif dalam Karya, Berdampak bagi Kehidupan.”
Adapun Dr. Sefrianus Juhani, yang menjabat sebagai Kepala Program Studi S1 Filsafat, membawa visi dengan moto “Berakar dalam VERBUM, Unggul dalam Mutu, Berdampak bagi Ciptaan.”
Usai pemaparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Para calon rektor diuji oleh lima panelis yang terdiri dari akademisi perguruan tinggi terkemuka, baik secara luring maupun daring. Kelima panelis tersebut adalah: Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd. (Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng); P. Dr. Stefanus Lio, S.Fil., M.A., SVD (Universitas Katolik Widya Mandira Kupang); Prof. Dr. Philiphi De Rozari, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Universitas Nusa Cendana Kupang); Prof. B. M. Purwanto, M.B.A., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada); Dr. Ferdinand Hindiarto, S.Psi., M.Si. (Universitas Katolik Soegijapranata Semarang).
Gagasan-gagasan yang disampaikan para kandidat akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan siapa yang akan memimpin IFTK Ledalero selama satu periode ke depan.
Romo Guidelbertus Tanga, Wakil Rektor III yang juga selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan panel terbuka ini didasarkan pada ketentuan Yayasan St. Paulus Ende dengan tiga alasan uatama. Pertama, aspek eklesial dan karismatik. Sebagai institusi milik Serikat Sabda Allah (SVD), rektor tidak hanya berperan sebagai manajer, tetapi juga pemimpin akademik, spiritual, dan pastoral. Kedua, transparansi dan partisipasi. Pemilihan rektor tidak boleh bersifat eksklusif. Ketiga, akuntabilitas publik, mengingat dampak kepemimpinan rektor terhadap gereja lokal, universal, serta masyarakat luas.
“Panel ini merupakan instrumen akademik yang sah untuk menguji kelayakan dan kompetensi rektor, terutama dalam bidang intelektual, manajerial, tata kelola, kepemimpinan, jejaring, kolaborasi, integritas, dan visioner,” ujar Romo Hilde.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi bersalaman dan foto bersama antara para peserta, panelis, dan calon rektor.
Penulis: Gogon Kusman & Sandry Elu
(Tim Pemberitaan BEM)


BAGIKAN
PROGRAM STUDI SARJANA FILSAFAT PROGRAM STUDI SARJANA PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK PROGRAM STUDI SARJ0
Penerimaan mahasiswa baru IFTK Ledalero tahun akademik 2025/2026 Prodi Ilmu Filsafat (S1) Prodi Pend0
Pendaftaran Online Program Studi Sarjana Filsafat, PKK, DKV, Kewirausahaan, Sistem Informasi & Magis0
© Copyright 2026 by Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero - Design By Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

